Berita & Artikel
Berapa Persen Rasio Utang yang Bikin Tenang?
SHAFIQ Administrator
Jumat,
02-10-26
Berapa rasio utang yang aman? | 3 Min read
Pernah merasa sulit tidur karena terus memikirkan utang?
Tagihan belum selesai, kebutuhan terus berjalan, sementara pendapatan harus dibagi ke berbagai kewajiban. Kalau pernah, kamu tidak sendirian.
Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk tidak bermudah-mudah dalam berutang. Namun, dalam kondisi tertentu, utang bisa saja muncul karena adanya kebutuhan yang mendesak. Karena itu, yang tidak kalah penting adalah memahami kemampuan finansial dan memastikan utang tidak menjadi beban yang mengganggu kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara sederhana untuk melihat kondisi tersebut adalah dengan mengetahui rasio utang. Lantas, berapa persen rasio utang yang masih tergolong aman dan kapan kita perlu mulai waspada?
Baca Juga:
Rasio Utang 35% atau Kurang? Relatif Lebih Sehat
Rasio utang dapat menjadi salah satu gambaran sederhana untuk melihat seberapa besar pendapatan yang harus dialokasikan untuk memenuhi kewajiban. Semakin kecil porsinya, semakin besar ruang yang tersedia untuk kebutuhan lain, tabungan, dana darurat, maupun tujuan keuangan.
Jika rasio utang berada di 35% atau kurang, kondisi tersebut dipandang sebagai zona yang relatif lebih sehat. Artinya, porsi pendapatan untuk membayar kewajiban utang masih berada pada tingkat yang lebih terkendali.
Meski begitu, bukan berarti memiliki utang dalam jumlah tersebut harus dianggap sebagai kondisi ideal. Semakin mampu memenuhi kebutuhan tanpa bergantung pada utang, semakin baik pula kondisi keuangan.
Rasio Utang 35%–49%? Saatnya Mulai Berhati-hati
Ketika rasio utang mulai berada di rentang ini, bukan berarti kondisi keuangan langsung bermasalah. Namun, porsinya sudah cukup besar sehingga perlu mendapatkan perhatian lebih.
Coba evaluasi kembali pengeluaran dan kewajiban yang dimiliki. Apakah ada pengeluaran yang sebenarnya masih bisa dikurangi? Apakah ada kewajiban yang dapat segera diselesaikan? Evaluasi seperti ini penting agar rasio utang tidak terus meningkat.
Anggap saja kondisi ini sebagai sinyal kuning. Belum tentu darurat, tetapi jangan dibiarkan tanpa evaluasi.
Rasio Utang 50% atau Lebih? Waktunya Serius Berbenah
Jika lebih dari setengah pendapatan harus digunakan untuk membayar utang, ruang keuangan untuk memenuhi kebutuhan lainnya tentu menjadi semakin terbatas.
Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena tingginya kewajiban dapat membuat seseorang kesulitan menghadapi kebutuhan mendadak, membangun dana darurat, atau memenuhi tujuan keuangan lainnya.
Jika sudah berada di zona ini, langkah yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi kembali seluruh kewajiban, mengurangi pengeluaran yang tidak penting, serta mencari cara yang realistis untuk meningkatkan pendapatan dan mempercepat penyelesaian utang.
Baca Juga:
Agar Utang Tidak Bertambah dan Lebih Cepat Lunas
Setelah mengetahui posisi keuangan, langkah berikutnya adalah menjaga agar kewajiban tidak semakin besar dan mulai menyusun strategi pelunasan.
- Buat Anggaran Harian, Mingguan, dan Bulanan
Anggaran membantu kamu mengetahui ke mana saja pendapatan digunakan. Dengan pembagian yang lebih terencana, pengeluaran dapat dikendalikan dan peluang menggunakan uang secara impulsif bisa dikurangi.
- Gunakan Utang Hanya untuk Kebutuhan yang Penting
Tidak semua keinginan perlu dipenuhi dengan berutang. Sebelum mengambil kewajiban baru, tanyakan kembali apakah kebutuhan tersebut benar-benar mendesak dan apakah ada alternatif lain yang lebih ringan bagi kondisi keuangan.
Dalam perspektif syariah, jika pembiayaan memang diperlukan, pastikan akad dan mekanismenya sesuai dengan prinsip syariah serta tidak mengandung riba.
- Buat Rencana Pembayaran yang Jelas
Utang sebaiknya tidak dibiarkan tanpa rencana. Catat seluruh kewajiban, jumlah yang harus dibayarkan, dan target penyelesaiannya. Dengan begitu, proses pelunasan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Yang penting, jangan sampai menutup satu utang dengan membuat utang baru tanpa perhitungan yang matang.
- Cari Sumber Pendapatan Tambahan
Jika pengeluaran sudah ditekan tetapi kewajiban masih terasa berat, meningkatkan pendapatan bisa menjadi salah satu pilihan. Usaha sampingan, freelance, atau pekerjaan tambahan dapat dipertimbangkan sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia.
Namun, tambahan penghasilan sebaiknya tidak menjadi alasan untuk kembali meningkatkan gaya hidup. Fokus utamanya adalah memperbaiki kondisi keuangan dan menyelesaikan kewajiban.
Utang Terkendali, Keuangan Lebih Tenang
Angka pada Rasio Utang menjadi alarm sederhana untuk mengevaluasi apakah kewajiban yang dimiliki masih sesuai dengan kemampuan finansial.
Jika rasio masih rendah, tetap jaga agar tidak meningkat. Jika mulai mendekati zona waspada, lakukan evaluasi. Sementara jika sudah terlalu tinggi, jangan menunda untuk mengambil langkah perbaikan.
Karena itu, jangan sampai kebutuhan sesaat membuat kita mengambil keputusan yang justru menjadi beban dalam jangka panjang. Kelola pendapatan, batasi utang, susun rencana pelunasan, dan pastikan setiap transaksi tetap berada dalam koridor syariah.
Semoga kita semua diberikan rezeki yang halal, cukup, dan penuh keberkahan sehingga dapat menjalani kehidupan finansial dengan lebih tenang.
Baca Juga:
_______________
SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa: - Berinvestasi pada bisnis sektor riil
- Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
- Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
- Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.
⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.