Berita & Artikel
Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Mencari Pembiayaan untuk UKM
SHAFIQ Administrator
Senin, 31-08-26

Tips Mencari Pembiayaan UKM | 3 Min read

Membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha?

Jangan terburu-buru mencari pembiayaan. Pastikan bisnis sudah siap secara administrasi, keuangan, dan perencanaan agar pendanaan yang diperoleh benar-benar dapat mendorong usaha naik kelas.

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, akses terhadap pembiayaan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga mengembangkan bisnis.

Mengutip Antara, Pemerintah terus mendorong perluasan akses pembiayaan bagi UMKM. Hingga Juni 2026, pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) tercatat telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 65 triliun kepada 14,9 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan. Indonesia sendiri memiliki sekitar 66,5 juta pelaku UMKM.

Di sisi lain, OJK mencatat pembiayaan melalui industri pinjaman daring kepada sektor UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 23,25% secara tahunan. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan sekaligus akses terhadap pembiayaan usaha terus berkembang.

Namun, mencari pembiayaan usaha bukan sekadar soal mendapatkan dana. Pengusaha perlu memastikan bahwa bisnisnya memang layak dibiayai dan dana tersebut memiliki tujuan penggunaan yang jelas.

Baca Juga:

5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Mencari Pembiayaan Usaha

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan pengusaha sebelum mengajukan pembiayaan?

Pertama, Siapkan Rencana Bisnis yang Jelas
Rencana bisnis menjadi fondasi utama ketika sebuah usaha ingin mendapatkan tambahan modal.

Pengusaha perlu mampu menjelaskan model bisnis, produk atau layanan yang ditawarkan, target pasar, strategi pemasaran, kompetitor, hingga target pertumbuhan usaha.

Calon pemodal tentu ingin mengetahui bagaimana bisnis tersebut menghasilkan pendapatan dan bagaimana tambahan modal akan digunakan untuk meningkatkan skala usaha.

Semakin jelas rencana bisnis yang disampaikan, semakin mudah pihak yang akan memberikan pendanaan memahami potensi dan risiko usaha tersebut.

Kedua, Rapikan Laporan dan Pencatatan Keuangan
Bisnis yang sehat seharusnya memiliki pencatatan keuangan yang jelas.
Setidaknya, pengusaha perlu memahami kondisi pendapatan, biaya operasional, laba, arus kas, aset, serta kewajiban usaha.

Pencatatan keuangan juga semakin penting dalam proses mendapatkan pembiayaan. Bank, investor, maupun lembaga pembiayaan membutuhkan informasi yang cukup untuk menilai kemampuan dan kelayakan sebuah usaha.

Bank Indonesia pada 2026 juga menyoroti pentingnya digitalisasi pembayaran bagi UMKM karena transaksi yang tercatat dapat membuat usaha lebih terlihat, terukur, dan lebih mudah dinilai kelayakannya untuk mendapatkan pembiayaan.

Ketiga, Pahami Pasar dan Kompetitor
Jangan hanya memahami produk sendiri. Pengusaha juga perlu mengetahui kondisi pasar dan persaingan.

Coba jawab beberapa pertanyaan berikut:
  1. Siapa target konsumennya?
  2. Seberapa besar kebutuhan terhadap produk?
  3. Siapa kompetitor utama?
  4. Apa keunggulan bisnis dibandingkan pesaing?
  5. Bagaimana peluang pertumbuhan pasarnya?
Pemahaman tersebut penting agar tambahan modal tidak hanya digunakan untuk memperbesar bisnis, tetapi benar-benar diarahkan pada peluang yang memiliki prospek.

Baca Juga:
Keempat, Tentukan Penggunaan Dana Secara Spesifik
Jangan mencari pembiayaan hanya dengan alasan "butuh modal tambahan". Tentukan dengan jelas untuk apa dana tersebut akan digunakan.

Misalnya:
  1. Pembelian bahan baku;
  2. Penambahan kapasitas produksi;
  3. Pembukaan cabang;
  4. Pengadaan persediaan;
  5. Pemasaran;
  6. Pembelian peralatan;
  7. atau Pengerjaan proyek tertentu.
Rencana penggunaan dana yang spesifik membuat kebutuhan pembiayaan menjadi lebih terukur sekaligus membantu pemodal memahami bagaimana dana tersebut akan menghasilkan nilai tambah bagi bisnis.

Kelima, Pilih Skema Pembiayaan yang Sesuai
Ini bagian yang tidak kalah penting. Jangan sampai kebutuhan mengembangkan bisnis justru membuat pengusaha memilih sumber pendanaan tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.

Pengusaha perlu memahami struktur pembiayaan, biaya, jangka waktu, kewajiban pembayaran, risiko, serta ketentuan yang berlaku.

Bagi pengusaha Muslim, aspek kepatuhan syariah juga perlu menjadi pertimbangan. Sumber pendanaan sebaiknya tidak hanya mudah diperoleh, tetapi juga tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Dengan demikian, pertumbuhan bisnis tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan aspek keberkahan dalam memperoleh dan menggunakan modal.

Jangan Hanyar Mencari Modal, Cari Pendanaan yang Tepat

Perkembangan pembiayaan UMKM menunjukkan bahwa kebutuhan modal usaha masih menjadi perhatian besar. Bahkan pemerintah dan OJK pada Agustus 2026 sepakat untuk mempercepat akses pembiayaan bagi UMKM agar pelaku usaha memperoleh akses modal yang lebih optimal.

Namun, kemudahan mendapatkan dana tetap perlu diimbangi dengan kesiapan bisnis.

Modal yang besar tidak otomatis membuat bisnis berkembang. Yang lebih penting adalah bagaimana modal tersebut digunakan untuk aktivitas produktif, memiliki perencanaan yang jelas, dan mampu menciptakan pertumbuhan usaha.

Bagi pengusaha Muslim, sumber pendanaan juga menjadi bagian dari tanggung jawab dalam bermuamalah. Jangan sampai kebutuhan ekspansi bisnis membuat kita mengabaikan prinsip syariah.

Baca Juga:

SHAFIQ, Alternatif Pendanaan Bisnis Berbasis Syariah

Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan pengusaha adalah Securities Crowdfunding (SCF) Syariah.

  1. Melalui skema ini, pelaku usaha dapat memperoleh pendanaan dari masyarakat atau pemodal melalui penerbitan efek yang ditawarkan melalui penyelenggara yang memiliki izin sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. SHAFIQ hadir sebagai penyelenggara Layanan Urun Dana berbasis syariah, yang mempertemukan pengusaha atau penerbit dengan pemodal melalui platform digital.
  3. Bagi pengusaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnis, SCF Syariah dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan selain mengandalkan pinjaman.

Tentunya, setiap pengusaha tetap perlu mempelajari ketentuan, skema, biaya, risiko, serta persyaratan pendanaan sebelum mengambil keputusan.

Bisnis boleh tumbuh lebih besar. Namun, pastikan cara mendapatkan modalnya juga sesuai dengan prinsip yang diyakini.
_______________

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!
⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Sumber:
Share
slider-mobile