Berita & Artikel
Dont Put All your Eggs in One Basket
SHAFIQ Administrator
Jumat, 18-09-26

Don't Put All Your Eggs in One Basket | 3 Min read

Investasi sering dipaham menanamkan modal dan menunggu keuntungan.

Padahal tidak hanya itu! Di dalamnya ada analisis, strategi, serta tahu risiko yang dihadapi sebelum seseorang memutuskan kemana uangnya akan dialokasikan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan.

Sedangkan begawan ekonomi, Sadono sukirno, menjelaskan investasi adalah pengeluaran atau pembelanjaan penanaman-penanaman suatu modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah keuntungan memproduksi barang-barang dan juga jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian. 

Karena itu, investor perlu membekali diri dengan pengetahuan agar keputusan yang diambil tidak hanya didorong oleh potensi imbal hasil, tetapi juga mempertimbangkan risiko dan tujuan keuangan.

Salah satu prinsip investasi yang cukup dikenal adalah “Don't Put All Your Eggs in One Basket”. Namun, ada beberapa prinsip lain yang juga penting dipahami, terutama bagi SHAFIQers yang ingin berinvestasi dengan aman

Baca Juga:

Berikut penjelasan ringkasnya:

Don't Put All Your Eggs in One Basket

Ungkapan ini mengingatkan investor agar tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen atau aset saja. Dalam dunia investasi, prinsip tersebut dikenal sebagai diversifikasi.

Bayangkan jika seluruh dana investasi ditempatkan pada satu perusahaan, lalu perusahaan tersebut mengalami masalah bisnis. Dampaknya bisa terasa besar terhadap keseluruhan portofolio.

Dengan menyebarkan dana ke beberapa instrumen atau sektor, investor dapat mengurangi ketergantungan pada satu aset. Misalnya, mempertimbangkan saham syariah, sukuk, atau instrumen lain yang sesuai dengan tujuan keuangan dan prinsip syariah.

Diversifikasi dapat membantu:

  1. Mengurangi ketergantungan pada satu aset atau penerbit.
  2. Menyebarkan risiko ke beberapa instrumen atau sektor.
  3. Membantu mengelola dampak ketika salah satu investasi mengalami penurunan.

Meski begitu, diversifikasi tidak menghilangkan risiko sepenuhnya. Nilai investasi tetap dapat turun, dan setiap instrumen memiliki risiko yang perlu dipahami.

High Risk, High Return

Prinsip High Risk, High Return menggambarkan hubungan antara risiko dan potensi imbal hasil. Investasi yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi umumnya juga memiliki risiko yang lebih besar.

Namun, bukan berarti setiap investasi berisiko tinggi pasti menghasilkan keuntungan tinggi. Imbal hasil tetap tidak dapat dipastikan, sementara investor dapat mengalami kerugian, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal sesuai karakteristik instrumennya.

Sebelum berinvestasi, SHAFIQers perlu mempertimbangkan beberapa hal:

  1. Pahami risiko dari instrumen yang dipilih.
  2. Jangan mengambil keputusan hanya karena tergiur proyeksi imbal hasil.
  3. Sesuaikan investasi dengan tujuan keuangan, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko.

Dalam investasi syariah, investor juga perlu mempelajari akad dan mekanisme transaksi untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip syariah.

Baca Juga:

You Can't Time the Market

Sebagian investor berusaha menebak kapan harga aset berada di titik terendah untuk membeli dan kapan mencapai titik tertinggi untuk menjual.

Strategi ini dikenal sebagai market timing. Tantangannya, pergerakan pasar dipengaruhi banyak faktor dan sulit diprediksi secara konsisten.

Alih-alih terlalu fokus menebak pergerakan harga jangka pendek, investor dapat mempertimbangkan strategi yang lebih terencana, seperti:

  1. Menentukan tujuan dan jangka waktu investasi.
  2. Berinvestasi secara berkala sesuai kemampuan keuangan.
  3. Mengevaluasi portofolio secara rutin tanpa bereaksi berlebihan terhadap setiap fluktuasi pasar.

Investasi berkala bukan jaminan keuntungan, tetapi dapat membantu membangun kebiasaan investasi yang disiplin. Strategi ini tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik instrumen dan kondisi keuangan masing-masing.

Risk Comes from Not Knowing What You're Doing

Kutipan “Risk comes from not knowing what you're doing” sering dikaitkan dengan investor Warren Buffett. Pesan utamanya adalah pentingnya memahami investasi yang dipilih.

Ketika investor tidak memahami bisnis, instrumen, atau mekanisme transaksi, keputusan bisa lebih mudah dipengaruhi rumor, tren, maupun emosi sesaat.

Untuk membangun pemahaman sebelum berinvestasi, SHAFIQers dapat:

    1. Mempelajari dasar-dasar investasi dan karakteristik instrumennya.
    2. Memahami bisnis atau pihak penerbit yang menjadi tujuan investasi.
    3. Membaca prospektus, termasuk penggunaan dana, akad, tenor, proyeksi imbal hasil, dan risiko.
    4. Mencari penjelasan dari sumber terpercaya jika ada hal yang belum dipahami.

Dalam Investasi melalui Layanan Urun Dana Syariah, memahami informasi penerbit dan penawaran menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan. Jangan hanya melihat angka imbal hasil; pelajari pula bagaimana bisnis dijalankan dan bagaimana mekanisme pendanaannya.

Terapkan 4 Prinsip Investasi Ini dengan Bijak

Keempat prinsip tersebut mengingatkan investor untuk tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.

Diversifikasi membantu menyebarkan risiko, pemahaman terhadap hubungan risiko dan imbal hasil membantu menetapkan ekspektasi, strategi yang terencana dapat menjaga kedisiplinan, sementara edukasi membantu investor memahami apa yang sedang dipilih.

Namun, tidak ada prinsip yang dapat menjamin investasi selalu menghasilkan keuntungan. Karena itu, penting untuk terus belajar, menilai risiko, dan memastikan instrumen yang dipilih sesuai dengan kebutuhan serta prinsip yang diyakini.

Baca Juga:

Sebagai platform investasi syariah, SHAFIQ berkomitmen mendukung literasi keuangan dan investasi syariah bagi masyarakat Indonesia.

Ingin berinvestasi melalui shafiq.id, pastikan untuk melengkapi proses pendaftaran dan memahami informasi penawaran sebelum mengambil keputusan.

_______________

SHAFIQ adalah Sharia Securities Crowdfunding (SCF) pertama di Indonesia yang berizin dan diawasi OJK serta DSN-MUI. Melalui platform SHAFIQ, kamu bisa:

  1. Berinvestasi pada bisnis sektor riil
  2. Mendapatkan pendanaan untuk scale-up usaha
  3. Belajar investasi syariah secara lebih terarah dan transparan
  4. Mulai langkah finansialmu dengan cara yang logis dan legal.

⚠️ Disclaimer | Semua bentuk investasi punya risiko. Pastikan kamu baca prospektus dan pahami model bisnisnya sebelum berinvestasi, ya!

⚠️ Artikel ini untuk bertujuan edukasi dan literasi. Bukan ajakan beli/ jual instrumen tertentu.

Share
slider-mobile